Islamic Science Research Network UHAMKA

Islamic Science Research Network UHAMKA

Jumat, 17 Januari 2020, 11.16
www.uhamka.ac.id/reg
www.uhamka.ac.id/reg
Jakarta - Islamic Science Research Network UHAMKA telah didirikan sejak awal tahun 2016. Pada awalnya Islamic Science Research Network (ISRN) ini dibentuk sebagai upaya UHAMKA untuk berkontribusi dalam sebuah penyatuan kalender Islam yang dilakukan di Makassar hingga kemudian dikembangkan menjadi salah satu wadah resmi di lingkungan kampus UHAMKA sebagai pusat penelitian Islam. Islamic Science Research Network UHAMKA tidak hanya meneliti berbagai isu keislaman yang saat ini terjadi. Akan tetapi ikut berperan aktif, produktif dan kontributif untuk menyatukan antara Islam dan keilmuan modern yang saat ini berkembang.
Sebagai wadah yang menyatukan prinsip keislaman dengan keilmuan modern, Islamic Science Research Network UHAMKA menjalankan kegiatannya dengan beberapa visi dan misi. Tidak hanya memberikan perubahan pada bidang penelitian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan UHAMKA, wadah riset Islam ini diharapkan memberikan fungsi optimal untuk keberlangsungan umat Islam.

Latar Belakang Dibentuk
Seperti sedikit ulasan di atas, pendirian Islamic Science Research Network UHAMKA awalnya ditujukan untuk merespon perbedaan kalender Hijrah antara Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Di tahun 2016 diadakanlah sebuah simposium guna menyatukan perbedaan tersebut. Diharapkan penyatuan ini menghilangkan keresahan umat Islam terkait perbedaan penanggalan. Kemudian tujuan awalnya semakin dikembangkan lagi. Tidak sekedar tentang penyatuan kalender Hijriah, Islamic Science Research Network UHAMKA hadir dengan tujuan melakukan  penelitian integrasi ilmu pengetahuan dan Islam yang selalu menjadi isu terkini di tengah masyarakat.

Latar Belakang Pendiri
Islamic Science Research Network UHAMKA didirikan oleh para civitas yang merupakan anggota majelis tarjih PP Muhammadiyah. Kehadiran pusat penelitian Islam ini membuat isu keislaman tidak sekedar menjadi wacana pembahasan saja, melainkan diteliti lebih lanjut untuk menemukan kesepakatan yang netral, membuat penyatuan pendapat hingga menghindari kesalahpahaman di antara masyarakat muslim Indonesia. Sangat diperlukan banyak penelitian guna mendapatkan penyatuan pendapat. Hasil penelitian yang telah dilakukan diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi seluruh umat Islam dan tidak hanya untuk UHAMKA saja. Sedari dulu, kehidupan umat Islam di Indonesia memang diliputi beberapa perbedaan pendapat yang memicu perdebatan bahkan kesenjangan antar umat beragama. Dengan hadirnya Islamic Science Research Network UHAMKA, semoga bisa menjadi jembatan yang menghubungkan setiap perbedaan tersebut.

Mau Beasiswa ? Klik Disini

image : facebook.com/Widia Astuti Warsana

TerPopuler