GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Inilah Perkembangan Insiden Penembakan di Papua

Inilah Perkembangan Insiden Penembakan di Papua

Berita24 - Sebanyak 16 warga sipil ditemukan meninggal dunia dalam insiden penyerangan oleh kelompok bersenjata di Nduga, Papua. Warga sipil lainnya sebanyak 24 orang, ditemukan sela…

Inilah Perkembangan Insiden Penembakan di Papua

Berita24 - Sebanyak 16 warga sipil ditemukan meninggal dunia dalam insiden penyerangan oleh kelompok bersenjata di Nduga, Papua. Warga sipil lainnya sebanyak 24 orang, ditemukan selamat.
Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Letnan Kolonel Infanteri Dax Sianturi menyebutkan 9 dari 16 korban tewas sudah dievakuasi ke Timika. Proses identifikasi dan otopsi akan dilakukan di RS Charitas Timika. Ia juga menyebutkan bahwa sembilan jenazah tersebut adalah karyawan dari PT Istaka Karya.
Selain dari pekerja, sebanyak 3 anggota gabungan TNI-Polri turut jadi korban penyerangan kelompok tersebut. Dua orang terkena luka tembak yaitu anggota TNI Pratu Sugeng dan anggota Polri Bharatu Wayu serta satu orang korban meninggal dunia dari TNI yaitu Serda Handoko.
Sebelumnya, kepolisian menyatakan sebanyak 31 orang pekerja proyek jalan Trans Papua dibunuh oleh kelompok bersenjata pada Senin malam (3/12)  ketika sedang bekerja membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Nduga, Papua.
Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sambom membeberkan bahwa penyerangan tersebut dipimpin oleh Egianus Kogoya sebagai Panglima Komando Daerah Operasi III TPNPB.
Ia juga membenarkan bahwa kelompoknya yang juga sayap militer dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) bertanggung jawab atas pembunuhan pekerja proyek di Papua. Penyerangan dilakukan untuk menuntut kemerdekaan Papua Barat.
Walaupun begitu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa ia akan membentuk Tim Keamanan Bersama TNI- Polri untuk mengamankan proses pembangunan jembatan dan jalan Trans Papua di Nduga, Papua. Ia juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk melanjutkan kembali proses pembangunan yang sempat dihentikan karena insiden penembakan.
Penulis : Icha RF
Image : merdeka.com