Proyek Listrik 15.200 MW Mau Ditunda, Ini Kata PLN | Liputan 24 Indonesia
Kirim Liputan Nasional: Klik Disini | Konfirmasi Liputan Nasional: Klik Disini

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Proyek Listrik 15.200 MW Mau Ditunda, Ini Kata PLN

By On 12:41 AM



Pemerintah memutuskan untuk menunda proyek kelistrikan 15.200 mega watt (MW). Langkah ini dilakukan untuk mengurangi impor yang berdampak pada nilai tukar rupiah. Menanggapi adanya keputusan tersebut Direktur Perencanaan Korporat PT PLN (Persero) Syofvi Felienty Roekman menjelaskan, mengenai penundaan proyek tersebut tengah dikaji oleh PLN.

"Kan yang 15 ribu 15 sekian (MW) itu kan yang finansial close (urusan pembiayaanya tuntas). Kan kita juga harus cek dan saya juga harus cek dong kalau saya itu men-ghold dulu itu selama dua tahun margin cadangannya itu cukup apa nggak?" kata dia usai menghadiri rapat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, Jakarta Pusat, Kamis (6/9/2018).

Dari kondisi tersebut kata Syofvi ada beberapa yang masih tidak mencukupi. Namun, ia menegaskan akan tetap mengejar target energi baru dan terbarukan (EBT).

"Ada beberapa yang nggak cukup. Ada yang bisa dan ada juga yang nggak bisa. Belum selesai saya simulasinya, tadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jonan bilang EBT nggak boleh mundur lho. Jadi sekarang masih simulasikan dulu," kata dia.

Sebagai informasi saat ini nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) hari ini sedikit mereda. Beberapa hari belakangan amukan mata uang Negeri Paman Sam ini tak kunjung selesai. Dikutip dari data perdagangan Reuters, Rabu (5/9/2018), dolar AS terpantau bergerak pada level Rp 14.840 saing ini sekitar pukul 13.55 WIB.

Penurunan cukup terasa karena sebelumnya dolar AS berada di 14.999, 1 poin lagi menembus level Rp 15.000. Pagi tadi, dolar AS berada di Rp 14.880. Sempat naik lagi ke Rp 14.900, siang ini dolar AS kembali jinak ke posisi Rp 14.840. (dna/dna)

Yuk belajar public speaking ? klik disini
Sumber : detik.com


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »