Pembangkit listrik tenaga angin pertama di Indonesia | Liputan 24 Indonesia
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Pembangkit listrik tenaga angin pertama di Indonesia

Posted by On 9:43 PM

Pembangkit listrik tenaga angin pertama di Indonesia

Presiden Joko Widodo keluar dari turbin kincir angin usai meresmikan Pembangkit Listirk Tenaga Bayu (PLTB) di Desa Mattirotasi, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Senin (2/7/2018).
Presiden Joko Widodo keluar dari turbin kincir angin usai meresmikan Pembangkit Listirk Tenaga Bayu (PLTB) di Desa Mattirotasi, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Senin (2/7/2018). | Abriawan Abhe /Antara Foto

Presiden Joko Widodo meresmikan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di desa Mattirotasi, Sidenreng Rappang (Sidrap) Sulawesi Selatan pada Senin (2/7/2018). PLTB Sidrap merupakan pembangkit angin pertama di Indonesia yang beroperasi secara komersial.

"Kalau melihat ini s eperti di mana ya?" kata Jokowi dilansir laman Sekretariat Kabinet. Lalu dijawab undangan yang hadir secara beragam dengan menyebut beberapa negara termasuk di Belanda. "Ya seperti di Belanda. Kayak di Eropa, tapi kita di Sidrap," kata Jokowi disambut riuh tawa undangan yang hadir.

Dalam sambutannya Jokowi mengatakan, pemerintah terus mendorong dibangunnya sumber daya energi baru terbarukan. Menurutnya, Indonesia kaya dengan energi baru terbarukan, seperti tenaga angin (bayu), geothermal (panas bumi) dan air.

PLTB Sidrap memiliki 30 kincir angin dengan tinggi menara 80 meter dan panjang baling-baling 57 meter. Masing-masing kincir menggerakkan turbin berkapasitas 2,5 megawatt, sehingga total kapasitas yang dihasilkan oleh 30 turbin adalah 75 megawatt.

Penyelesaian pembangunan proyek ini dilakukan dalam waktu 2,5 tahun, Agustus 2015-Maret 2018. Proyek dengan investasi sekitar $150 juta AS itu telah beroperasi akhir Maret 2018 lalu dan dapat mengaliri lebih dari 70.000 pelanggan listrik dengan daya 900 VA.

PLTB Sidrap dioperasikan oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi. Adapun tingkat komponen dalam negeri (TKDN) PLTB Sidrap I ini mencapai 40 persen.

Selain PLTB Sidrap, Jokowi juga meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Punagaya, kapasitas 2x100 megawatt dan PLTU Independent Power Producer (IPP) Jeneponto Ekspansi Kapasitas 2x135 megawatt.

Jokowi juga meletakkan batu pertama pembangunan PLTU Sulsel Barru 2 dengan kapasitas 100 megawatt, Pembangkit Listrik tenaga Mesin Gas (PLTMG) Luwuk berkapasitas 40 megawatt, serta PLTB Tolo, Jeneponto dengan kapasitas 72 megawatt.

Proyek Infrastruktur Ketenagalistrikan yang diresmikan dan groundbreaking itu total kapasitasnya adalah sebesar 757 megawatt dengan nilai investasi lebih dari $1,168 miliar AS. Proyek infrastruktur ini juga menyerap tenaga kerja hingga 4.480 orang sejak tahap konstruksi hingga operasional.

Peresmian proyek infrastruktur ketenagalistr ikan, kata Jokowi,merupakan komitmen untuk menggapai target bauran energi baru terbarukan 23 persen pada 2025. Proyek infrastruktur itu juga bertujuan memenuhi rasio elektrifikasi di Indonesia.

Pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi Nasional hingga 2019 lebih dari 99 persen. Rasio elektrifikasi nasional saat ini sekitar 96,6 persen. Pemerintah juga menjamin tidak ada kenaikan tarif tenaga listrik hingga tahun 2019 mendatang.

Jokowi mengatakan, pembangkit listrik dengan energi baru terbarukan di Indonesia ke depan akan terus dikembangkan seperti di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan yang pengerjaannya mencapai 80 persen. Pembangkit listrik tenaga angin juga dibangun di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan dan akan dimulai segera di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, PLTB Sidrap merupakan pembangkit angin pertama di Indonesia yang akan beroperasi secara komersial. "Pemerintah mendor ong adanya penggunaan EBT dari hidro, panas bumi, ataupun angin," ujar Jonan melalui siaran pers, Senin (2/7/2018).

Peresmian PLTB Sidrap I, kata Jonan, merupakan komitmen pemerintah dalam mewujudkan bauran energi primer Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada tahun 2025.

Indonesia memiliki potensi energi angin mencapai 1,8 gigawatt. Daerah yang berpotensial untuk dikembangkan adalah Indonesia bagian timur, seperti Papua, Maluku dan Sulawesi Selatan.

Indonesia terbilang masih jauh bila dibandingkan sejumlah negara yang telah lebih dulu memanfaatkan tenaga angin sebagai sumber energinya. Berdasarkan data Global Wind Energy Council (GWEC), pada 2017 total kapasitas terpasang PLTB di seluruh dunia mencapai 539.123 megawatt.

Negara terbesar yang memanfaatkan tenaga angin adalah China, dengan total kapasitas terpasang 188.392 megawatt, Amerika Serikat 89.077 megawatt, dan India, dengan total kapasitas terpasang 32.848 megawatt.

Sumber: Google News Network: Liputan 24 Indonesia | Berita 24 Indonesia | Warta 24 Indonesia

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »