Peringatan 17 Tahun Wasior Berdarah, warga longmars di Manokwari | Liputan 24 Indonesia
www.uhamka.ac.id/reg
Kirim Liputan Nasional: Klik Disini | Konfirmasi Liputan Nasional: Klik Disini

Liputan 24 Indonesia

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Peringatan 17 Tahun Wasior Berdarah, warga longmars di Manokwari

Posted by On 6:54 AM

Peringatan 17 Tahun Wasior Berdarah, warga longmars di Manokwari

TUTUP Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar

Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Peringatan 17 Tahun Wasior Berdarah, warga longmars di Manokwari
  • Kamis, 14 Juni 2018 â€" 18:34
  • 92x views
Peringatan 17 Tahun Wasior Berdarah, warga longmars di Manokwari “Semua orang asli Papua harus saling bahu membahu memperjuangkan HAM di Papua agar perjuangan HAM ini tidak jadi perjuangan segelintir atau kekelompok orang saja di Papua. Dengan demikian persoalan HAM bisa dibawa ke tingkat internasional,” katanya.(*) Demo 17 tahun Kasus Wasior - Jubi /ist David Sobolim [email protected] Editor : Angela Flassy LipSus Tiga soal perempuan dan anak yang harus diakhiri Features | Senin, 11 Juni 2018 | 17:11 WP Jika tak peduli, 2050 lautan Indonesia akan dipenuhi sampah bukan ikan Features | Sabtu, 09 Juni 2018 | 14:25 WP Baptis Jayapura Keerom akan bikin seminar buat anak muda Features | Kamis, 07 Juni 2018 | 21:02 WP Papua targetkan bebas sampah plastik 2020 Features | Senin, 04 Juni 2018 | 19:04 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Manokwari Jubi - Puluhan aktivis HAM di Manokwari, keluarga korban dan simpatisan korban kasus pelanggaran HAM Wasior 2001, melakukan aksi melawan lupa dengan menggelar longmars di Manokwari, Kamis (13/5/2018). Aksi dimulai dari halaman kantor penerangan Sanggeng hingga Fannindi, tepatnya kantor LP3BH. Mereka menyerahkan berkas aduan hukum kepada Direktur LP3BH, Yan Christian Warinussy, SH.

Ketua DPD Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Papua Barat, Yohanes Akwan dalam siaran persnya mengatakan hingga 17 tahun Kasus Wasior terjadi, Negara terus melakukan pengabaian terhadap kasus yang terjadi tahun 2001 tersebut.

“Secara resmi kami menyerahkan aspirasi dan juga memohon agar dapat membantu korban untuk terus menyuaran kasus â€"kasus pelanggaraan HAM yang terjadi di Tanah Papua ke dunia Internasional,” katanya.

Direktur LP3BH, Yan Cristian Warinussy,SH ketika menerima aduan Kasus HAM Wasior mengatakan aduan tersebut merupakan bagian dari penghormatan terhadap HAM.

“Ini merupakan bagian dari tugas penegakkan HAM, juga tugas sebagai seorang pembela HAM untuk menerima aduan ini,” katanya.

Warinussy mengakui gerakan yang dilakukan aktivis ini sebagai satu peringatan serius pada Negara, karena orang asli Papua diakui oleh Negara sebagai warga Negara Republik Indonesia.

“Korban dari kasus pelanggaran HAM di Wasior semenjak operasi keamanan yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia pada 13 Juni 2001 sampai saat ini Hak Asasi Manusiai (HAM) mereka masih dilanggar. Mereka diperlakukan tidak adil dengan melanggar norma hukum dan tak pernah ada penyelesaian secara hukum sampai dengan hari ini.”

Kasus Wasior pernah diselidiki Komnas HAM RI pada 2003. Saat itu Warinussy sebagai anggota investigasi HAM Wasior. Namun berhenti di tingkat penyelidikan HAM.

Perjuangan para korban untuk mendapatkan keadilan, kata Warinussy masih membutuhkan kerja keras semua pihak. Sebab itu ia meminta semua pihak harus bersatu untuk bersama-sama membawa persoalan ini ke mekanisme yang lebih tinggi, yakni ke mekanisme Internasional.

Sebab, kendati Negara Indonesia sudah memiliki UU No.39 tahun 1999 dan UU No 26 tahun 2000 tentang pengadilan HAM bagi pelanggar HAM, tapi jika Komnas HAM hanya diberikan kewenangan sebagai penyelidik, maka Kasus Wasior juga HAM yang lain takkan membawa pelakunya ke Pengadilan HAM.

“Kita harus akui kewengan penyelidik sangat terbatas ,maka pelanggaran HAM itu tak bisa atau sulit dibawa kepengadilan HAM,” katanya.

Dengan situasi HAM seperti ini, LP3BH serta aktivis HAM di Papua, Indonesia dan dunia mendesak agar kasus HAM di Papua, khususnya Wasior agar dibawa ke pengadilan Internasional karena perangkat hukumnya lengkap dan kemungkinan untuk dibawa itu besar.

“Semua orang asli Papua harus saling bahu membahu memperjuangkan HAM di Papua agar perjuangan HAM ini tidak jadi perjuangan segelintir atau kekelompok orang saja di Papua. Dengan demikian persoalan HAM bisa dibawa ke tingkat internasional,” katanya.(*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Gobai: PT PMJ salahi prosedur eksplorasi emas di Nabire

Selanjutnya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga Story Map : Enam pelanggaran lingkungan yang dilakukan Freeport
Sabtu, 02 Juni 2018 | 08:45
Diproduksi : JUBI Dominasi Tanah Papua di laga Persebaya VS Persipura
Rabu, 30 Mei 2018 | 11:07
Diproduksi : JUBI Jejak dan ketangguhan Sang Jenderal PERSIPURA
Senin, 28 Mei 2018 | 18:54
Diproduksi : JUBI Pembunuhan misterius OAP selama tahun 2015-2016
Senin, 28 Mei 2018 | 12:16
Diproduksi : admin West Papua Solidarity For EARTHQUAKE DISASTER IN NEW GUINEA
Minggu, 27 Mei 2018 | 08:37
Diproduksi : West Papua UPdates Tiga Lembaga Publik yang paling sering dilaporkan Masyarakat Papua ke Ombudsman
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:18
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) ‹ › Terkini Populer Theodorus Kossay: Saya umat Katolik Keuskupan Jayapura Mamta |â€" Kamis, 07 Juni 2018 WP | 5992x views Gubernur PB dan Mendagri harus legowo terima putusan PTUN Polhukam |â€" Jumat, 08 Juni 2018 WP | 3625x views Pilkada Paniai, pasangan Meki-Oktopianus lawan kotak kosong Pilkada Papua |â€" Kamis, 07 Juni 2018 WP | 3232x views Dukungan akar rumput meningkat, urusan khusus untuk West Papua dibuka di Selandia Baru Nasional & Internasional |â€" Selasa, 12 Juni 2018 WP | 2993x views Jacob Rumbiak kritik delegasi Solomon ke West Papua Nasional & Internasional |â€" Kamis, 07 Juni 2018 WP | 2850x views STOP PRESS Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMe

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »