Moodys: Indonesia Salah Satu Negara yang Terdampak Penguatan ... | Liputan 24 Indonesia
Kirim Liputan Nasional: Klik Disini | Konfirmasi Liputan Nasional: Klik Disini

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Moodys: Indonesia Salah Satu Negara yang Terdampak Penguatan ...

By On 6:33 AM

Moodys: Indonesia Salah Satu Negara yang Terdampak Penguatan ...

Petugas menghitung pecahan dolar Amerika di salah satu gerai penukaran mata uang di Kwitang, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolla AS yang ditransaksikan pada Selasa (8/5/2018) ditutup melemah 51 poin atau 0,36 persen ke level Rp14.052 per dollar AS.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Petugas menghitung pecahan dolar Amerika di salah satu gerai penukaran mata uang di Kwitang, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolla AS yang ditransaksikan pada Selasa (8/5/2018) ditutup melemah 51 poin atau 0,36 persen ke level Rp14.052 per dollar AS.

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Pemeringkat Moodys memublikasikan hasil risetnya mengenai dampak penguatan mata uang dollar AS (Amerika Serikat) sejak pertengahan April 2018 terhadap depresiasi nilai mata uang yang cukup tajam di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selain itu, depresiasi nilai mata uang secara terus-menerus turut menyebabkan cadangan devisa yang semakin tergerus.

Hasil riset yang dipublikasikan pada Kamis, (28/6/2018) ini menunjukkan adanya peningkatan risiko kredit bagi negara-negara yang membututuhkan pembiayaan eksternal dalam jumlah besar.

Beberapa negara yang dianggap paling rentan terhadap menguatnya dollar AS adalah Argentina (B2 stabil), Sri Lanka (B1 negatif), Turkey (Ba2 sedang di-review untuk downgrade), and Zambia (B3 stabil).

(Baca: Dollar AS Bakal Terus Menguat Hingga Akhir Tahun Ini)

Adapun Chili (Aa3 negatif), Kolombia (Baa2 negatif), Indonesia (Baa2 stable), dan Malaysia (A3 stable) juga rentan terhadap kondisi penguatan kurs mata uang greenback ini, meskipun negara-negara tersebut memiliki sistem penyangga finansial dan institusional yang mampu menurunkan kerentanan dalam jangka pendek.

Global Managing Director of the Sovereign Risk Group Moodys Alastair Wilson menjelaskan, negara-negara dengan defisit neraca berjalan besar, pembayaran utang luar negeri serta utang pemerintah dalam mata uang asing yang tinggi adalah yang paling terdampak dari penguatan dollar AS.

"Sejauh fluktuasi nilai mata uang ini menyebabkan arus keluar modal yang deras atau arus masuk modal yang amat rendah, menunjukkan kredit negatif bagi mereka yang memiliki kebutuhan pendanaan eksternal yang besar," ujar Wilson.

Rentan guncangan

Lebih lanjut Moodys mencatatkan, pasar negara berkembang yang rentan terhadap guncangan finansial di masa lalu memiliki potensi lebih besar saat ini.

Ke cuali, imbuh dia, ketika menghadapi guncangan di masa lalu negara tersebut mampu mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan eksternal.

Misalnya saja pada 2014 lalu, Hungaria, Malaysia, Mongolia dan Rusia berada dalam daftar negara yang mengalami dampak guncangam cukup besar terkait kondisi pendanaan eksternal. Begitu pula Angola (B3 stabil), Kenya (B2 stabil), Indonesia, dan Srilanka.

Menurut catatan Moodys negara-negara yang hingga saat ini masih cukup rentan adalah Kenya, Mongolia, Sri Lanka, dan Zambia.

(Baca: Rupiah Melemah Hingga Level Rp 14.200, Ini Kata Sri Mulyani)

Adapun Brazil (Ba2 stabil), China (A1 stabil), India (Baa2 stabil), Meksiko (A3 stabil), dan Rusia dianggap cukup mampu untuk menjaga pendanaan eksternal lantaran rendahnya ketergantungan terhadap masuknya arus modal luar negeri.

Moodys pun menegaskan, guncangan terhadap kondisi finansial yang berkelanjutan akan berimplikasi kepada kredit, teru tama ketika terjadi pengikisan dalam penyangga keuangan, juga meningkatkan risiko likuiditas.

Ditambah lagi bila negara yang bersangkutan menerapkan kebijakan yang bergerak ke arah yang lebih tidak menguntungkan dari yang telak diperkirakan oleh Moodys.


Berita Terkait

Terlemah Sejak Oktober 2015, Rupiah Melemah ke Rp 14.284 Per Dollar AS

Menyusut, Utang Luar Negeri Indonesia Capai 356,9 Miliar Dollar AS

Rupiah Terus Tertekan, Hasil RDG Besok Menjadi Kunci

IHSG Bangkit, Rupiah Masih Tertekan

Mencari Obat Mujarab buat Rupiah

Terkini Lainnya

Gunung Agung Erupsi, Bandara Ngurah Rai Masih Beroperasi Normal

Gunung Agung Erupsi, Bandara Ngurah Rai Masih Beroperasi Normal

Bisnis 28/06/2018, 20:32 WIB Ilham Habibie Diangkat Jadi Komisaris Utama Bank Muamalat

Ilham Habibie Diangkat Jadi Komisaris Utama Bank Muamalat

Keuangan 28/06/2018, 20:13 WIB Mandiri Targetkan Transaksi dengan EDC Capai Rp 100 Triliun Tahun Ini

Mandiri Targetkan Transaksi dengan EDC Capai Rp 100 Triliun Tahun Ini

Makro 28/06/2018, 19:47 WIB Wamenkeu: Riset Akuntansi Keuangan Negara Masih Rendah

Wamenkeu: Riset Akuntansi Keuangan Negara Masih Rendah

Makro 28/06/2018, 19:40 WIB Utang Pemerintah Capai Rp 4.169 Triliun, Ini Rinciannya

Utang Pemerintah Capai Rp 4.169 Triliun, Ini Rinciannya

Makro 28/06/2018, 19:06 WIB BI Diprediksi akan Perketat Kebijakan Moneter

BI Diprediksi akan Perketat Kebijakan Moneter

Makro 28/06/2018, 18:39 WIB Uji Coba Perluasan Ganjil Genap Diberlakukan Selama Sebulan

Uji Coba Perluasan Ganjil Genap Diberlakukan Selama Sebulan

Makro 28/06/2018, 18:38 WIB Andalan Finance Dapat Kredit 5 Juta Dollar AS dari Perusahaan Singapura

Andalan Finance Dapat Kredit 5 Juta Dollar AS dari Perusahaan Singapura

Rilis 28/06/2018, 18:09 WIB Pelemahan Rupiah Diprediksi Bisa Berlanjut

Pelemahan Rupiah Diprediksi Bisa Berlanjut

Keuangan 28/06/2018, 17:37 WIB Indonesia Sia   p Ekspor 60.000 Ekor Domba Ke Malaysia

Indonesia Siap Ekspor 60.000 Ekor Domba Ke Malaysia

Makro 28/06/2018, 17:32 WIB Indonesia Kebanjiran Impor Laptop dari China, Ini Penjelasan Menperin

Indonesia Kebanjiran Impor Laptop dari China, Ini Penjelasan Menperin

Makro 28/06/2018, 17:22 WIB Pengusaha Keluhkan Keputusan Libur Pilkada yang Mepet

Pengusaha Keluhkan Keputusan Libur Pilkada yang Mepet

Makro 28/06/2018, 17:07 WIB Lebaran 2018, e-Money Mandiri Catat Transaksi Rp 760 Miliar

Lebaran 2018, e-Money Mandiri Catat Transaksi Rp 760 Miliar

Makro 28/06/2018, 16:57 WIB Anjlok 120 Poin, IHSG Ditutup pada Level 5.667,32

Anjlok 120 Poin, IHSG Ditutup pada Level 5.667,32

Keuangan 28/06/2018, 16:49 WIB Sri Mulyani Minta Pejabat Tak Malas Lihat Detil Perencanaan Anggaran

Sri Mulyani Minta Pejabat Tak Malas Lihat Detil Perencanaan Anggaran

Makro 28/06/2018, 16:40 WIB Load MoreSumber: Google News Network: Liputan 24 Indonesia | Berita 24 Indonesia | Warta 24 Indonesia

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »