Kesejahteraan Petani Indonesia Membaik | Liputan 24 Indonesia
Kirim Liputan Nasional: Klik Disini | Konfirmasi Liputan Nasional: Klik Disini

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Kesejahteraan Petani Indonesia Membaik

By On 4:55 AM

Kesejahteraan Petani Indonesia Membaik

Kesejahteraan Petani Indonesia Membaik

Sebagian besar penduduk yang tinggal di perdesaan adalah sebagai petani, di mana pendapatan utamanya lebih dari 70 persen berasal dari pertanian.

Kesejahteraan Petani Indonesia Membaik

Sebagian besar penduduk yang tinggal di perdesaan adalah sebagai petani, di mana pendapatan utamanya lebih dari 70 persen berasal dari sektor pertanian.

Dengan demikian, pembangunan pertanian mempunyai peran yang strategis dan penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan yang didominasi oleh petani.

Pertanyaan yang muncul adalah, betulkah pembangunan pertanian selama ini mampu memperbaiki kesejahteraan petani?

Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian RI, Ketut Kariyasa menyodorkan sejumlah data untuk menjawab pertanyaan di atas.

Menggunakan data yang dihimpun, Ketut memaparkan beberapa indikator. Di antaranya bagaimana perkembangan jumlah penduduk miskin di perdesaan, seberapa merata pendapatan rumah tangga petani, dan bagaimana perkembangan daya beli masyarkat petani di perdesaan.

Jumlah Penduduk Miskin Perdesaan Menurun

Membaiknya kesejahteraan petani selama ini dapat dilihat dari menurunnya secara konsisten jumlah penduduk miskin di perdesaan baik secara absolut maupun persentase, walaupun penurunannya tidak sedrastis di wilayah perkotaan.

"Pada September 2015, jumlah penduduk miskin di perdesaan sebanyak 17,89 juta jiwa atau 14,09%, dan pada Sept 2016 turun menjadi 17,28 juta jiwa atau 13,96%, dan pada Sept 2017 turun lagi menjadi 16,31 juta jiwa atau 13,47%," jelas Ketut.

Membaiknya kesejahteraan petani juga dapat dilihat dari be rkurangnya ketimpangan pengeluaran (menurunnya Gini Rasio) yang juga mencerminkan semakin meratanya pendapatan petani di pedesaaan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sejak Maret 2015 sampai Maret 2017, Gini Rasio pengeluaran masyarakat di perdesaan terus menurun, dari 0,334 pada tahun 2015 menjadi 0,327 pada tahun 2016 dan menurun lagi menjadi 0,320 pada tahun 2017.

"Kondisi ini secara implisit menunjukkan semakin membaiknya pendapatan petani. Gini Rasio di perkotaan juga mengalami penurunan, namun masih berada dalam ketimpangan sedang, sementara di perdesaan sudah berada dalam ketimpangan rendah," Ketut menambahkan.

Halaman selanjutnya 12
Editor: Content Writer Ikuti kami di Video Syur Mirip Dirinya Beredar, Aura Kasi h: Sepasaran Itu Kah Muka Aku Sumber: Google News Network: Liputan 24 Indonesia | Berita 24 Indonesia | Warta 24 Indonesia

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »