DPRD Sulsel Terus Telusuri Dana Siluman ke Pemprov | Liputan 24 Indonesia
www.uhamka.ac.id/reg
Kirim Liputan Nasional: Klik Disini | Konfirmasi Liputan Nasional: Klik Disini

Liputan 24 Indonesia

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

DPRD Sulsel Terus Telusuri Dana Siluman ke Pemprov

Posted by On 8:40 PM

DPRD Sulsel Terus Telusuri Dana Siluman ke Pemprov

Kadir Halid Metropolis - 08 Juni 2018, 16:05:42
FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR, - Ketua Komisi E DPRD Sulsel mengaku siap membongkar dugaan dana siluman di tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi mitra kerjanya di Pemprov Sulsel. "Saya akan usut tuntas dan kita minta penegak hukum turun tangan. Karena ada unsur pidana," kata Kadir saat ditemui di DPRD Sulsel, Jumat 8 Juni 2018. Menguatnya dana siluman di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dan Dinas Sosial, karena menurut dia, ada penambahan anggaran dengan program baru, tapi tak masuk dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA). Namun terlaporkan dalam Daftar Penggunaan Anggaran (DPA) dari tiga OPD tersebut. "Bukti bahwa ada program baru itu akurat dan jelas. Komisi E punya data karena empat bulan kemudian muncul di DPA," ujar Kadir. Ia menambahkan indikasi kuat anggaran siluman, karena RKA yang disetujui bersama Komisi E tidak terjadi perubahan Departemen Kementerian Dalam Negeri (Depdagri). "Kalau ada perubahan dari Depdagri harus konsultasi ke Komisi E. Tapi Rekomendasi Depdagri tidak ada yang dicoret dari RKA itu, lantas darimana program baru itu muncul," ungkap Kadir. Ia mengaku akan mengusut tuntas, bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel soal anggaran siluman di tiga OPD tersebut. "Keputusan Banggar kita akan panggil OPD ini kembali," tandas Kadir. Seperti diketahui, Kadir Halid merinci, di Dinas Pendidikan diketahui dugaan penambahan anggaran dilakukan pada item Pengadaan Pusat Sumber Belajar Virtual (PBSV) yang disetujui oleh dewan hanya Rp5 miliar. “Kita cuma kasi anggaran 5 miliar tapi di sini ada 17 mili ar. Pertanyaannya dari mana anggarannya ?,” tanya Kadir Halid. Disdik Sulsel juga diduga mengadakan kegiatan yang tidak masuk dalam program RKA. “Selain itu, ada kegiatan intensifikasi dan perluasan akses pendidikan keaksaraan fungsional. Ini tidak ada dalam program RKA, yang nilainya 300.600.000,” ungkap Kadir Halid. Sementara di Dispora Sulsel, DPRD menemukan dugaan penambahan anggaran pada kegiatan Bimtek Pengendalian Mutu dan Standar Prasarana Pemuda dan Olahraga. “Di Dinas pemuda Ini nilainya 100.600.000, tidak masuk dalam RKA,” kata Kadir Halid. Adapun di Dinas Sosial Sulsel, DPRD menemukan penambahan anggaran pada item Pemeliharan Gedung Wisma PPSKW Mattiro Deceng. “Totalnya ada 4 miliar lebih atau 49.820.220.000 anggaran yang dimasukan tanpa izin DPRD,” tegas Kadir Halid beberapa waktu lalu. (taq)

Author : Rasid

Sumber: Google News | Liputan 24 Watansoppeng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »