www.AlvinAdam.com

Liputan 24 Indonesia

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

DAS Tondano Tercemar E-coli, Air Dimanfaatkan PDAM

Posted by On 3:29 PM

DAS Tondano Tercemar E-coli, Air Dimanfaatkan PDAM

15 Mei 2018 14:02 DAS Tondano Tercemar E-coli, Air Dimanfaatkan PDAM MyPassion

MANADOâ€"Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano ternyata tercemar berat bakteri Escherichia coli (E-coli). Hal tersebut terungkap saat rapat koordinasi peningkatan partisipasi dan kapasitas stakeholder di DAS Tondano.

Kabid Evaluasi dan Tindak Lanjut Pengelolaan SDA dan LH Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku Azri Rasul mengatakan, kualitas air di DAS Tondano menjadi tolak ukur kualitas air di Sulut. Jadi menurutnya, yang dilaporkan ke menteri adalah kualitas dari air di DAS Tondano.

“Jadi memang nilai indeks kualitas air di Sulut tahun 2016 sangat rendah dibandingkan tahun 2012. Dengan luas DAS Tondano 4.674 hektare, air yang ada dalam kondisi tercemar berat atau dalam skala kelas D,” sebutnya.

Tambahnya, status mutu sungai DAS Tondano tahun 2015 di pintu air Tanggari sudah tercemar berat. Penyebab adalah tingginya klorin, fostat, serta colinya. Dijelaskannya, kualitas mutu air ada empat. Yang pertama kelas A yang bisa langsung diminum, kelas B harus diproses, kelas C untuk pertanian dan kelas D hanya untuk penampungan limbah. Sulut masuk di kelas D tersebut.

“Penyebab paling utama tingginya E-coli adalah jumlah kotoran ternak. Kualitas dan mutu yang tidak baik ini, seharusnya tidak cocok untuk dikonsumsi sebagai air minum. Beberapa penyebab, mulai dari kotoran peternakan, jamban, sampah rumah tangga, serta bengkel dan rumah sakit semuanya tercampur dalam air di DAS ini. Air ini kan dipakai oleh PDAM. Jadi kita akan klarifikasi tentang cara penelitian dari PDAM,” sebutnya.

Lanjutnya, pihaknya akan mencaru tahu dahulu, apakah PDAM melakukan sampling terhadap E-coli ini. Jangan sampai hasil sampling ini tida k dilakukan. Maka dengan mengkonsumsi air tersebut akan sangat berbahaya jika tidak dilakukan sampling.

“Kan bahaya jika ada E-coli yang tidak diketahui pihak PDAM. Air tersebut, tentu harus diolah dengan baik. Bukan hanya E-coli, penelitian juga harus dilakukan sampai dengan kandungan logam berat. Sangat jelas, dari standar E-coli yang hanya bisa 4.000 untuk aliran DAS ini mencapai 24.000 e,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Marley Gumalag menuturkan, pencemaran dimulai dari Kabupaten Minahasa. Menurutnya, di Ranowangko kegiatan pencemaran sudah dilakukan oleh rumah sakit. Dan di Minahasa Utara, di Desa Tanggari, Sawangan dan Sampiri. Pencemaran dilakukan dari pertanian dan peternakan. Kota Manado di daerah di Paal 2, Dendengan Luar, dan Komo Luar terdapat kegiatan pencemaran dari sampah berat, bengkel, toko serta peternakan.

"Jadi memang kita terus melakukan pemantauan karena memang kualitas dan kuantitas air sungai serta ling kungan sudah semakin tercemar. Dan dari sampling, status air kita adalah kelas D atau cemar berat. E-coli dan Colifom menjadi primadona kerusakan lingkungan," tukasnya.(tr-02/tan)

Berita Terkait
  • MyPassion

    24 Apr 2018 16:28 THR Cair H-7 Idul Fitri

  • MyPassion

    20 Apr 2018 18:04 Tekan Tingkat Pengangguran, Disnaker Gelar Job Fair

  • MyPassio   n

    17 Apr 2018 16:01 THR Bakal Cair Lebih Cepat

  • MyPassion

    28 Mar 2018 09:44 Gaji 13-14 (Bisa) Cair Juni

Sumber: Google News | Liputan 24 Tondano

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »