Liputan 24 Indonesia | Liputan 24 Indonesia
Kirim Liputan Nasional: Klik Disini | Konfirmasi Liputan Nasional: Klik Disini

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

By On 4:45 PM

Kemkominfo: Gim Jadi Bagian Ekonomi Digital di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah platform gim live streaming, Game.ly, memberikan wadah bagi para mobile gamer generasi muda menyalurkan bakat dan kegemarannya terhadap dunia gim.

Pekembangan esports di Indonesia sangatlah meroket dlihat dari antusiasme yang semakin meningkat, ditambah pertandingan esports telah digelar pada ajang Asian Games 2018.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan menyampaikan bahwa Game.ly telah menjadi bagian dari digital economy Indonesia, di mana industri gim memiliki market yang besar sehingga diharapkan mampu mendorong pembuat gim lokal untuk lebih bergeliat di mana karyanya dapat ditampilkan di platform Game.ly.

  • GCA Bakal Ajak Pengembang Gim Korsel dan Indonesia Tukar Ilmu
  • Nostalgia, Ragnarok M: Eternal Love Resm i Hadir di iOS dan Android
  • Baru Rilis 3 Hari, Red Dead Redemption 2 Tembus Angka Penjualan Rp 10 Triliun

"Selain itu, konten yang disajikan pada sebuah platform juga harus diperhatikan, seperti saat ini para game developers telah memiliki panduan untuk mengembangkan konten yang sesuai dengan ketentuan klasifikasi usia Indonesian game rating system (IGRS)," ujar Samuel dalam keterangannya, Minggu (4/11/2018).

Sementara Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko memaparkan bahwa pemerintah aware terhadap esports dan mendukung secara penuh kemajuan esports di Indonesia. Para gamer diharapkan dapat menjadi insan-insan yang menoreh prestasi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

"Penyedia platform seperti Game.ly harus memperhatikan kesejahteraan, baik streamer-nya maupun viewers. Mulai dari sisi konten dan lainnya, sukses terus untuk para gamers dan Gam e.ly," kata Moeldoko.

2 dari 2 halaman

70 Game Influencers

Pemaparan dukungan terhadap eSports & Game.ly oleh Kepala Staf Kepresidenan, Bapak Jendral (Purn.) Dr. Moeldoko.SIP
Pemaparan dukungan terhadap esports dan Game.ly oleh Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. Dok: Game.ly

Di Game.ly, para penggemar gim bisa merasakan pengalaman menonton live streaming yang disiarkan oleh para streamer Game.ly, mulai dari tim esports yang didukung oleh Game.ly antara lain Bigetron eSpots dan XCN Gaming hingga para game influencers.

Tidak hanya menonton, Game.ly mendorong para pecinta gim untuk ikut menjadi streamer dan mengembangkan bakat mereka di sini.

Saat ini, Game.ly telah memiliki lebih dari 70 game influencers yang telah bergabung, seperti MiawAug, Tara Arts Game Indonesia, Q orygore dan masih banyak lainnya. Selain itu, selebritas seperti Atta Halilintar dan Stefan William juga salah satu streamer di Game.ly.

“Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap dunia gim begitu besar, berbagai gim telah menarik perhatian penggemar gim di Indonesia. Banyak pemain yang berpotensi di luar sana semakin banyak bermunculan. Oleh karena itu Game.ly menjadi rumah tempat bertemunya berbagai komunitas gim untuk saling berbagi,” ucap Ryan Lymn, Vice President Game.ly Indonesia.

“Game.ly berkomitmen untuk menjadi online platform terbaik yang dapat digunakan para pecinta gim online di Indonesia,” sambungnya.

(Isk/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Diawali dari sebuah hobi sang desainer Tebak Gambar, gim ini berhasil tembus angka unduhan 17 juta kali--Android dan iOS--hingga saat ini.

Sumber: Google News Network: Liputan 24 Indonesia | Berita 24 Indonesia | Warta 24 Indonesia

thumbnail

By On 4:45 PM

Kemkominfo: Gim Jadi Bagian Ekonomi Digital di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah platform gim live streaming, Game.ly, memberikan wadah bagi para mobile gamer generasi muda menyalurkan bakat dan kegemarannya terhadap dunia gim.

Pekembangan esports di Indonesia sangatlah meroket dlihat dari antusiasme yang semakin meningkat, ditambah pertandingan esports telah digelar pada ajang Asian Games 2018.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan menyampaikan bahwa Game.ly telah menjadi bagian dari digital economy Indonesia, di mana industri gim memiliki market yang besar sehingga diharapkan mampu mendorong pembuat gim lokal untuk lebih bergeliat di mana karyanya dapat ditampilkan di platform Game.ly.

  • GCA Bakal Ajak Pengembang Gim Korsel dan Indonesia Tukar Ilmu
  • Nostalgia, Ragnarok M: Eternal Love Resm i Hadir di iOS dan Android
  • Baru Rilis 3 Hari, Red Dead Redemption 2 Tembus Angka Penjualan Rp 10 Triliun

"Selain itu, konten yang disajikan pada sebuah platform juga harus diperhatikan, seperti saat ini para game developers telah memiliki panduan untuk mengembangkan konten yang sesuai dengan ketentuan klasifikasi usia Indonesian game rating system (IGRS)," ujar Samuel dalam keterangannya, Minggu (4/11/2018).

Sementara Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko memaparkan bahwa pemerintah aware terhadap esports dan mendukung secara penuh kemajuan esports di Indonesia. Para gamer diharapkan dapat menjadi insan-insan yang menoreh prestasi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

"Penyedia platform seperti Game.ly harus memperhatikan kesejahteraan, baik streamer-nya maupun viewers. Mulai dari sisi konten dan lainnya, sukses terus untuk para gamers dan Gam e.ly," kata Moeldoko.

2 dari 2 halaman

70 Game Influencers

Pemaparan dukungan terhadap eSports & Game.ly oleh Kepala Staf Kepresidenan, Bapak Jendral (Purn.) Dr. Moeldoko.SIP
Pemaparan dukungan terhadap esports dan Game.ly oleh Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. Dok: Game.ly

Di Game.ly, para penggemar gim bisa merasakan pengalaman menonton live streaming yang disiarkan oleh para streamer Game.ly, mulai dari tim esports yang didukung oleh Game.ly antara lain Bigetron eSpots dan XCN Gaming hingga para game influencers.

Tidak hanya menonton, Game.ly mendorong para pecinta gim untuk ikut menjadi streamer dan mengembangkan bakat mereka di sini.

Saat ini, Game.ly telah memiliki lebih dari 70 game influencers yang telah bergabung, seperti MiawAug, Tara Arts Game Indonesia, Q orygore dan masih banyak lainnya. Selain itu, selebritas seperti Atta Halilintar dan Stefan William juga salah satu streamer di Game.ly.

“Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap dunia gim begitu besar, berbagai gim telah menarik perhatian penggemar gim di Indonesia. Banyak pemain yang berpotensi di luar sana semakin banyak bermunculan. Oleh karena itu Game.ly menjadi rumah tempat bertemunya berbagai komunitas gim untuk saling berbagi,” ucap Ryan Lymn, Vice President Game.ly Indonesia.

“Game.ly berkomitmen untuk menjadi online platform terbaik yang dapat digunakan para pecinta gim online di Indonesia,” sambungnya.

(Isk/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Diawali dari sebuah hobi sang desainer Tebak Gambar, gim ini berhasil tembus angka unduhan 17 juta kali--Android dan iOS--hingga saat ini.

Sumber: Google News Network: Liputan 24 Indonesia | Berita 24 Indonesia | Warta 24 Indonesia

thumbnail

By On 4:45 PM

Sulitnya Berinvestasi di Indonesia

Sulitnya Berinvestasi di Indonesia Senin, 5 November 2018 07:00 WIB

Menteri Pembangunan dan Perencanaan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro saat memberikan opening speech dalam acara penandatanganan kerjasama (financial closing) proyek investasi di bidang  infrastruktur di Hotel Nikko, Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali, Sabtu, 13 Oktober 2018. Tempo/Dias Prasongko

Menteri Pembangunan dan Perencanaan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro saat memberikan opening speech dalam acara penandatanganan kerjasama (financial closing) proyek investasi di bidang infrastruktur di Hotel Nikko, Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali, Sabtu, 13 Oktober 2018. Tempo/Dias Prasongko

Sungguh ironis, saat pemerintah berjibaku menggenjot pembangunan infrastruktur, skor kemudahan berinvestasi di Indonesia justru melorot. Sederet program yang dicanangkan pemerintah untuk menarik investor ternyata masih sebatas kata-kata manis.

Laporan Bank Dunia menunjukkan hal tersebut. Dalam dokumen bertajuk "Doing Business 2019", lembaga tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat ke-73 dari 90 negara. Skor itu merosot satu peringkat dibanding tahun lalu.

Peringkat Indonesia itu pun berada di bawah negara-negara ASEAN lainnya, seperti Vietnam (posisi ke-69) dan Brunei (ke-55). Di kawasan ASEAN, Singapura menduduki peringkat terbaik, yakni peringkat kedua. Adapun Malaysia dan Thailand masing-masing berada di peringkat ke-15 dan ke-27.

Temuan ini seharusnya menjadi pelecut bagi pemerintah. Deregulasi atau reformasi aturan untuk menarik investor-yang selama ini didengung-dengungkan pemerintah-ternyata masih sebatas otak-atik tanpa menyentuh substansi. Penyederhanaan izin dan penurunan tarif tak cukup memikat investor. Sebab, masih ada kendala besar lain yang menghadang mereka, yakni ketidaksinkronan aturan yang dibuat oleh beberapa lembaga pemerintah.

Hal yang menjadi faktor utama sehingga skor kemudahan berinvestasi di Indonesia melorot adalah penurunan peringkat pada beberapa indikator kemudahan berbisnis. Dari 10 indikator, ada tiga hal yang menurun drastis peringkatnya dari tahun lalu, yakni perizinan konstruksi (dari ke-108 menjadi 112), perlindungan investor minoritas (dari ke-43 menjadi 51), dan penegakan kontrak (dari ke-145 menjadi 146).

Pernyataan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong cukup mengagetkan, tapi begitulah faktanya. Dia mengatakan pemerintah kehilangan fokus dan alpa memperbaiki hal-hal fundamental dalam birokrasi. Berbagai aturan yang bertabrakan dan morat-marit harus segera diber eskan.

Presiden Joko Widodo seharusnya tidak hanya memfokuskan diri pada pembangunan proyek infrastruktur. Proyek itu memang penting, tapi perbaikan keseluruhan sistem sehingga pola kerja birokrat pemberi izin tak lambat juga penting. Iming-iming infrastruktur atau insentif sebesar apa pun tak akan menarik bagi investor jika mereka tak kunjung mendapatkan pelayanan yang baik, cepat, dan adil.

Janji pemerintah menerapkan sistem perizinan online juga harus segera ditepati. Keterlambatan pengoperasian sistem Online Single Submission yang diluncurkan sejak Juli lalu menjadi tambahan catatan buruk di mata investor.

Dunia bisnis bergerak begitu cepat. Bila pemerintah lamban, wajar bila investor melirik wilayah lain, seperti Vietnam atau Thailand.

Banyak pesaing untuk berebut kue investasi. Pemerintah tak boleh lagi kehilangan fokus. Harus ada strategi induk pembenahan sistem investasi agar tak terkesan pembenahan di satu bidang terlepas dari bidang lainnya. Preside n Jokowi tak boleh berpuas diri karena pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di atas 5 persen.

Lihat Juga


Terkait
  • Menangkal Hoaks dalam Kampanye

    Menangkal Hoaks dalam Kampanye

    45 menit lalu
  • Azab

    Azab

    2 hari lal u
  • Kampanye yang Mencerdaskan

    Kampanye yang Mencerdaskan

    3 hari lalu
  • Mimpi Buruk Dinasti Al-Saud

    Mimpi Buruk Dinasti Al-Saud

    3 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Jangan Jadi Teror Baru

    Jangan Jadi Teror Baru

    47 hari lalu
  • Ratna - Galih, Cinta - Rangga, Milea - Dilan

    Ratna - Galih, Cinta - Rangga, Milea - Dilan

    14 Februari 2018
  • Gary Oldman dalam Tubuh Churchill

    Gary Oldman dalam Tubuh Churchill

    28 Januari 2018
  • Daoed Joesoef

    Daoed Joesoef

    28 Januari 2018

  • terpopuler
  • 1

    Penyitaan Buku Merah untuk Siapa

  • 2

    Cara Konyol Membungkam IndonesiaLeaks

  • 3

    Mimpi Buruk Dinasti Al-Saud

  • 4

    Tragedi Pesawat Lion Air

  • 5

    Jangan Ragu Menjerat Korporasi

  • Terkini
  • Azab

    Azab

    2 hari lalu
  • Kampanye yang Mencerdaskan

    Kampanye yang Mencerdaskan

    3 hari lalu
  • Mimpi Buruk Dinasti Al-Saud

    Mimpi Buruk Dinasti Al-Saud

    3 hari lalu
  • Gugatan Serampangan Pengusaha Hutan

    Gugatan Serampangan Pengusaha Hutan

    3 hari lalu
  • Hibriditas

    Hibriditas

    3 hari lalu
  • Penyitaan Buku Merah untuk Siapa

    Penyitaan Buku Merah untuk Siapa

    4 hari lalu
  • Politik Kiri Malaysia

    Politik Kiri Malaysia

    4 hari lalu
  • Insentif Semu PPN Ekspor Jasa

    Insentif Semu PPN Ekspor Jasa

    5 hari lalu
  • Tragedi Pesawat Lion Air

    Tragedi Pesawat Lion Air

    5 hari lalu
  • < img src="https://statik.tempo.co/data/2018/07/14/id_718922/718922_400.jpg" alt="Syak Wasangka Dana Kelurahan"/>

    Syak Wasangka Dana Kelurahan

    5 hari lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Percakapan 12 Menit Terakhir antara Lion Air JT - 610 dengan ATC

    Berdasarkan salinan percakapan Lion Air JT - 610 dengan ATC Bandara Soekarno-Hatta yang diperoleh Tempo, pilot melaporkan ada masalah flight control.

    Sumber: Google News Network: Liputan 24 Indonesia | Berita 24 Indonesia | Warta 24 Indonesia

    thumbnail

    By On 4:45 PM

    Sulitnya Berinvestasi di Indonesia

    Sulitnya Berinvestasi di Indonesia Senin, 5 November 2018 07:00 WIB

    Menteri Pembangunan dan Perencanaan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro saat memberikan opening speech dalam acara penandatanganan kerjasama (financial closing) proyek investasi di bidang  infrastruktur di Hotel Nikko, Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali, Sabtu, 13 Oktober 2018. Tempo/Dias Prasongko

    Menteri Pembangunan dan Perencanaan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro saat memberikan opening speech dalam acara penandatanganan kerjasama (financial closing) proyek investasi di bidang infrastruktur di Hotel Nikko, Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali, Sabtu, 13 Oktober 2018. Tempo/Dias Prasongko

    Sungguh ironis, saat pemerintah berjibaku menggenjot pembangunan infrastruktur, skor kemudahan berinvestasi di Indonesia justru melorot. Sederet program yang dicanangkan pemerintah untuk menarik investor ternyata masih sebatas kata-kata manis.

    Laporan Bank Dunia menunjukkan hal tersebut. Dalam dokumen bertajuk "Doing Business 2019", lembaga tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat ke-73 dari 90 negara. Skor itu merosot satu peringkat dibanding tahun lalu.

    Peringkat Indonesia itu pun berada di bawah negara-negara ASEAN lainnya, seperti Vietnam (posisi ke-69) dan Brunei (ke-55). Di kawasan ASEAN, Singapura menduduki peringkat terbaik, yakni peringkat kedua. Adapun Malaysia dan Thailand masing-masing berada di peringkat ke-15 dan ke-27.

    Temuan ini seharusnya menjadi pelecut bagi pemerintah. Deregulasi atau reformasi aturan untuk menarik investor-yang selama ini didengung-dengungkan pemerintah-ternyata masih sebatas otak-atik tanpa menyentuh substansi. Penyederhanaan izin dan penurunan tarif tak cukup memikat investor. Sebab, masih ada kendala besar lain yang menghadang mereka, yakni ketidaksinkronan aturan yang dibuat oleh beberapa lembaga pemerintah.

    Hal yang menjadi faktor utama sehingga skor kemudahan berinvestasi di Indonesia melorot adalah penurunan peringkat pada beberapa indikator kemudahan berbisnis. Dari 10 indikator, ada tiga hal yang menurun drastis peringkatnya dari tahun lalu, yakni perizinan konstruksi (dari ke-108 menjadi 112), perlindungan investor minoritas (dari ke-43 menjadi 51), dan penegakan kontrak (dari ke-145 menjadi 146).

    Pernyataan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong cukup mengagetkan, tapi begitulah faktanya. Dia mengatakan pemerintah kehilangan fokus dan alpa memperbaiki hal-hal fundamental dalam birokrasi. Berbagai aturan yang bertabrakan dan morat-marit harus segera diber eskan.

    Presiden Joko Widodo seharusnya tidak hanya memfokuskan diri pada pembangunan proyek infrastruktur. Proyek itu memang penting, tapi perbaikan keseluruhan sistem sehingga pola kerja birokrat pemberi izin tak lambat juga penting. Iming-iming infrastruktur atau insentif sebesar apa pun tak akan menarik bagi investor jika mereka tak kunjung mendapatkan pelayanan yang baik, cepat, dan adil.

    Janji pemerintah menerapkan sistem perizinan online juga harus segera ditepati. Keterlambatan pengoperasian sistem Online Single Submission yang diluncurkan sejak Juli lalu menjadi tambahan catatan buruk di mata investor.

    Dunia bisnis bergerak begitu cepat. Bila pemerintah lamban, wajar bila investor melirik wilayah lain, seperti Vietnam atau Thailand.

    Banyak pesaing untuk berebut kue investasi. Pemerintah tak boleh lagi kehilangan fokus. Harus ada strategi induk pembenahan sistem investasi agar tak terkesan pembenahan di satu bidang terlepas dari bidang lainnya. Preside n Jokowi tak boleh berpuas diri karena pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di atas 5 persen.

    Lihat Juga


    Terkait
  • Menangkal Hoaks dalam Kampanye

    Menangkal Hoaks dalam Kampanye

    45 menit lalu
  • Kesembronoan di Balik Tragedi Lion Air

    Kesembronoan di Balik Tragedi Lion Air 45 menit lalu

  • Azab

    Azab

    2 hari lalu
  • Kampanye yang Mencerdaskan

    Kampanye yang Mencerdaskan

    3 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Jangan Jadi Teror Baru

    Jangan Jadi Teror Baru

    47 hari lalu
  • Ratna - Galih, Cinta - Rangga, Milea - Dilan

    Ratna - Galih, Cinta - Rangga, Milea - Dilan

    14 Februari 2018
  • Gary Oldman dalam Tubuh Churchill

    Gary Oldman dalam Tubuh Churchill

    28 Januari 2018
  • Daoed Joesoef

    Daoed Joesoef

    28 Januari 2018

  • terpopuler
  • 1

    Penyitaan Buku Merah untuk Siapa

  • 2

    Cara Konyol Membungkam IndonesiaLeaks

  • 3

    Mimpi Buruk Dinasti Al-Saud

  • 4

    Tragedi Pesawat Lion Air

  • 5

    Jangan Ragu Menjerat Korporasi

  • Terkini
  • Sulitnya Berinvestasi di Indonesia

    Sulitnya Berinvestasi di Indonesia

    45 menit lalu
  • Menangkal Hoaks dalam Kampanye

    Menangkal Hoaks dalam Kampanye

    45 menit lalu
  • Kesembronoan di Balik Tragedi Lion Air

    Kesembronoan di Balik Tragedi Lion Air

    45 menit lalu
  • Azab

    Azab

    2 hari lalu
  • Kampanye yang Mencerdaskan

    Kampanye yang Mencerdaskan

    3 hari lalu
  • Mimpi Buruk Dinasti Al-Saud

    Mimpi Buruk Dinasti Al-Saud

    3 hari lalu
  • Gugatan Serampangan Pengusaha Hutan

    Gugatan Serampangan Pengusaha Hutan

    3 hari lalu
  • Hibriditas

    Hibriditas

    3 hari lalu
  • Penyitaan Buku Merah untuk Siapa

    Penyitaan Buku Merah untuk Siapa

    4 hari lalu
  • Politik Kiri Malaysia

    Politik Kiri Malaysia

    4 hari lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Percakapan 12 Menit Terakhir antara Lion Air JT - 610 dengan ATC

    Berdasarkan salinan percakapan Lion Air JT - 610 dengan ATC Bandara Soekarno-Hatta yang diperoleh Tempo, pilot melaporkan ada masalah flight control.

    Sumber: Google News Network: Liputan 24 Indonesia | Berita 24 Indonesia | Warta 24 Indonesia

    thumbnail

    By On 4:45 PM

    Kiper Persija Ingin Bawa Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2018

    Liputan6.com, Jakarta - Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa punya ambisi besar bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Dia ingin mempersembahkan gelar juara.

    Sejak tampil di ajang ini, 22 tahun lalu, Timnas Indonesia belum pernah menjadi juara. Prestasi terbaik skuat Garuda hanya menjadi runner up, hingga lima kali.

    • Kisah Tragis Pacar Adik Pelatih Real Madrid, Tewas Usai Bercinta
    • 6 Dosa Jose Mourinho dalam Bursa Transfer Chelsea
    • Ronaldo Datang ke Juventus di Waktu yang Tepat

    Andritany sendiri mengaku penasaran dengan Piala AFF. Bahkan, dia ingin membawa pulang trofi bergengsi di kawasan Asian Tenggara itu ke Tanah Air.

    "Tekad pasti ada, ini kesempatan kita. Terlalu sering kita jadi runner up, semoga tahun ini kita bisa membawa itu ke Indonesia," ucap Andritany saat Tur Trofi Piala AFF di Jakarta, Minggu (4/ 11/2018).

    Di Piala AFF 2018, Timnas Indonesia berada di Grup B bersama Thailand, Filipina, Timor Leste, dan Singapura. Negara terakhir akan menjadi lawan pertama Skuat Garuda.

    2 dari 3 halaman

    Siap Jadi Contoh

    Persija Jakarta Vs Barito Putera
    Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

    Andritany menjadi salah satu pemain senior di skuat asuhan Bima Sakti. Pasalnya, Timnas Indonesia diisi pemain yang usianya di bawah 23 tahun.

    "Saya hanya memberikan contoh yang terbaik saja untuk teman-teman. Orang itu paling gampang tidak dapat dikasih omongan. Ya kita memberikan contoh yang terbaik," katanya menegaskan.

    3 dari 3 halaman

    Jadwal Timnas Indonesia

    9 November 2018: Singapura Vs Indonesia

    13 November 2018: Indonesia Vs Timor Leste

    17 November 2018: Thailand Vs Indonesia

    25 November 2018: Indonesia Vs Filipina

    Saksikan video pilihan berikut ini:

    Bambang Pamungkas dan Andritany Ardhiyasa dihampiri puluhan anak kecil demi bersalaman dengan pemain Persija tersebut.

    Sumber: Google News Network: Liputan 24 Indonesia | Berita 24 Indonesia | Warta 24 Indonesia

    thumbnail

    By On 4:45 PM

    Kiper Persija Ingin Bawa Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2018

    Liputan6.com, Jakarta - Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa punya ambisi besar bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Dia ingin mempersembahkan gelar juara.

    Sejak tampil di ajang ini, 22 tahun lalu, Timnas Indonesia belum pernah menjadi juara. Prestasi terbaik skuat Garuda hanya menjadi runner up, hingga lima kali.

    • Kisah Tragis Pacar Adik Pelatih Real Madrid, Tewas Usai Bercinta
    • 6 Dosa Jose Mourinho dalam Bursa Transfer Chelsea
    • Ronaldo Datang ke Juventus di Waktu yang Tepat

    Andritany sendiri mengaku penasaran dengan Piala AFF. Bahkan, dia ingin membawa pulang trofi bergengsi di kawasan Asian Tenggara itu ke Tanah Air.

    "Tekad pasti ada, ini kesempatan kita. Terlalu sering kita jadi runner up, semoga tahun ini kita bisa membawa itu ke Indonesia," ucap Andritany saat Tur Trofi Piala AFF di Jakarta, Minggu (4/ 11/2018).

    Di Piala AFF 2018, Timnas Indonesia berada di Grup B bersama Thailand, Filipina, Timor Leste, dan Singapura. Negara terakhir akan menjadi lawan pertama Skuat Garuda.

    2 dari 3 halaman

    Siap Jadi Contoh

    Persija Jakarta Vs Barito Putera
    Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

    Andritany menjadi salah satu pemain senior di skuat asuhan Bima Sakti. Pasalnya, Timnas Indonesia diisi pemain yang usianya di bawah 23 tahun.

    "Saya hanya memberikan contoh yang terbaik saja untuk teman-teman. Orang itu paling gampang tidak dapat dikasih omongan. Ya kita memberikan contoh yang terbaik," katanya menegaskan.

    3 dari 3 halaman

    Jadwal Timnas Indonesia

    9 November 2018: Singapura Vs Indonesia

    13 November 2018: Indonesia Vs Timor Leste

    17 November 2018: Thailand Vs Indonesia

    25 November 2018: Indonesia Vs Filipina

    Saksikan video pilihan berikut ini:

    Bambang Pamungkas dan Andritany Ardhiyasa dihampiri puluhan anak kecil demi bersalaman dengan pemain Persija tersebut.

    Sumber: Google News Network: Liputan 24 Indonesia | Berita 24 Indonesia | Warta 24 Indonesia